Dalam proyek konstruksi, pekerjaan struktur beton dan pengecoran dibagi menjadi beberapa tahapan utama, mulai dari persiapan awal hingga perawatan setelah beton dituang.
Berikut adalah rincian tahapan dan jenis pekerjaan struktur beton secara lengkap:
1. Pekerjaan Persiapan & Fondasi
Tahap awal sebelum struktur utama dibangun, memastikan kekuatan dasar bangunan:
- Pekerjaan Tanah & Galian
Menggali tanah sesuai kedalaman rencana untuk fondasi. - Lantai Kerja (Levee Concrete)
Pengecoran tipis (biasanya mutu rendah) di dasar galian sebagai alas yang rata dan bersih sebelum besi fondasi dipasang. - Pondasi (Footing/Bantalan)
Pengecoran fondasi telapak (cakar ayam), tiang pancang, atau fondasi sumuran untuk meneruskan beban bangunan ke tanah keras.
2. Pekerjaan Tulangan (Pembesian)
Pekerjaan merangkai baja tulangan untuk memberikan kekuatan tarik pada beton (karena beton kuat terhadap tekan tetapi lemah terhadap tarik):
- Pemotongan dan Pembengkokan Besi
Memotong dan membengkokkan baja tulangan sesuai dengan shop drawing (gambar kerja). - Pemasangan (Perakitan)
Merakit tulangan untuk kolom, balok, pelat lantai, dan dinding penahan tanah (retaning wall), lengkap dengan pemasangan tahu beton (concrete decker) untuk menjaga jarak selimut beton.
3. Pekerjaan Bekisting (Formwork / Cetakan)
Pekerjaan membuat cetakan sementara untuk menahan beton basah agar membentuk struktur yang diinginkan hingga beton mengeras:
- Pemasangan Bekisting
Menggunakan material seperti kayu, multipleks (plywood), atau baja. Bekisting harus kuat menahan beban desakan beton cair. - Perkuatan (Scaffolding/Perancah)
Memasang penyangga (biasanya pipa besi/scaffolding) untuk menopang bekisting balok dan pelat lantai agar tidak melendut atau runtuh saat pengecoran.
4. Pekerjaan Pengecoran (Concrete Pouring)
Proses utama menuangkan adukan beton segar ke dalam bekisting yang sudah terpasang tulangan:
- Pengadaan Beton
Menggunakan beton siap pakai (ready mix) dari batching plant yang diangkut dengan truk molen, atau site mix (adukan manual di lokasi proyek). - Penuangan & Pemadatan
Menuangkan beton secara bertahap dan menggunakan vibrator beton (mesin penggetar) untuk mengeluarkan udara terjebak (air voids) agar beton padat sempurna tanpa rongga. - Meratakan Permukaan (Finishing)
Meratakan bagian atas permukaan beton (misalnya pada pelat lantai) menggunakan jidar dan trowel.

5. Pekerjaan Perawatan (Curing)
Tahap krusial setelah beton mengeras untuk menjaga kelembapan agar proses hidrasi semen berjalan optimal dan mencegah retak rambut:
- Penyiraman / Perendaman
Menyiram permukaan beton secara berkala atau menutupnya dengan karung basah/plastik selama beberapa hari pertama (minimal 7 hari).
6. Pembongkaran Bekisting (Stripping)
- Melepas cetakan bekisting setelah beton mencapai kekuatan umur tertentu (biasanya untuk dinding/samping kolom bisa 2–3 hari, sedangkan untuk pelat lantai dan balok penopang membutuhkan waktu 14–28 hari tergantung beban dan jenis semen).
