GTL
Membangun rumah dengan genteng tanah liat sangat disarankan karena lebih adem, tahan lama, estetis, dan ramah lingkungan, namun butuh rangka atap kuat karena berat, serta pemasangan teliti agar tidak bocor, ideal untuk iklim tropis Indonesia dengan keunggulan isolasi panas, sirkulasi udara baik, dan kesan alami.
Kelebihan Genteng Tanah Liat:
Sejuk Alami: Isolasi termal baik, memantulkan panas, dan sirkulasi udara optimal membuat rumah tetap sejuk.
Tahan Lama: Sangat kuat dan tahan cuaca ekstrem, bisa awet puluhan tahun dengan perawatan tepat.
Estetika: Memberi tampilan klasik, alami, dan artistik, cocok untuk berbagai gaya rumah.
Ramah Lingkungan: Terbuat dari bahan alami, minim bahan kimia berbahaya.
Tahan Lumut: Sifatnya yang tidak mudah menyerap air membantu mencegah pertumbuhan jamur dan lumut.
Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan:
Berat: Membutuhkan rangka atap yang lebih kuat dan kokoh, seringkali dari kayu atau baja ringan kuat.
Pemasangan: Memerlukan tukang yang berpengalaman untuk memastikan kerapian, kemiringan ideal (30-35 derajat), dan overlap yang tepat agar tidak bocor.
Perawatan: Perlu perhatian rutin untuk mencegah lumut dan retak, serta memastikan bubungan (nok) terpasang sempurna.
Tips Membangun:
Pilih genteng berkualitas baik (misal, Genteng Kodok Jatiwangi untuk kesan tradisional).
Pastikan kemiringan atap sesuai, idealnya 30-35 derajat.
Pasang dari bawah ke atas dan gunakan overlap yang cukup untuk aliran air yang lancar.
Gunakan bubungan (nok) untuk perlindungan ekstra di punggung atap.
Secara keseluruhan, genteng tanah liat adalah pilihan unggul untuk kenyamanan termal dan nilai estetika jangka panjang, asalkan fondasi dan pemasangannya benar.
